Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pengadaan Meja Pasar Peterongan Jombang, Diduga Ada ...

Posted by On 4:32 AM

Pengadaan Meja Pasar Peterongan Jombang, Diduga Ada ...

contoh meja untuk pedagang pasar Peterongan yang seharga 2 Juta

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Pengadaan meja untuk para pedagang pasar Peterongan, di kabupaten Jombang Jawa Timur, diduga syarat rekayasa. Hal ini dikarenakan sejumlah pedagang masih belum mengetahui adanya usulan pengadaan dari sejumlah oknum pedagang dari paguyuban yang bekerjasama dengan oknum dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) pasar Peterongan maupun oknum dari Dinas Pasar Jombang.

Polemik ini mencuat akibat dari mahalnya meja yang berukuran panjang 1,4 m dengan tinggi 80 cm dibandrol dengan harga 2 juta rupiah, dan untuk meja berukuran 2,3 m dengan 80 cm seharga 4 juta rupiah. Nominal harga meja ini dianggap para pedagang terlalu tinggi. Dan untuk ketentuan hukum yang mengatur keharusan pedagang me mbeli meja tersebut juga tidak ada.

Justru hal ini dinilai oleh sebagian pedagang bahwa pengadaan meja tersebut, syarat dengan kepentingan beberapa oknum untuk mencari keuntungan.” Di suruh beli meja sama pedagang ayam, karena pedagang ayam itu sebenarnya yang ingin mencari keuntungan,” kata AN (red : nama samara) saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu 6 Desember 2017.

Saat disinggung terkait ada sejumlah pedagang yang sudah membeli dan sepakat dengan usulan pengadaan meja oleh pihak rekanan yang digagas oleh pedagang ayam tersebut, AN menuturkan bahwa tidak ada kata sepakat, dan masih banyak pedagang yang menolak.” Tidak mas, belum banyak pedagang yang membayar,” ujar AN sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak di publikasikan.

Hal senada juga disampaikan oleh PR (red : bukan nama sebenarnya), saat ditemui oleh sejumlah wartawan, pihaknya mengatakan bahwa untuk masalah meja seharusnya diserahkan pada pedagang masing-masing, agar sesuai dengan keinginan p edagang.” Kalau bikin sendiri dengan uang 500 ribu saja sudah jadi mas,” tegas PR sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Masih menurut PR, sebelumnya pedagang mengira bahwa pengadaan meja itu adalah instruksi dari pihak pasar, namun setelah berjalannya waktu, belakangan diketahui bahwa gagasan usulan pengadaan meja tersebut, di usung oleh beberapa oknum yang ingin mencari keuntungan semata.”pada rapat setahunya para pedagang untuk masalah pengadaan meja itu dari pihak pasar ternyata bukan, dan itu ternyata yang buat usulan dari paguyuban,” ungkap PR.

Ketika ditanya apakah pihaknya diajak rapat dalam agenda pembahasan pengadaan meja oleh rekanan yang diusulkan oleh paguyuban. PR mengatakan bahwa dirinya tidak mengikuti rapat karena yang diundang hanya pedagang tertentu.” Yang diundang rapat tidak semua, hanya perwakilan mas. Rapat di aula UPT Pasar Peterongan,” terangnya.

Lanjut PR, pihaknya mengaku sudah membeli meja berukuran 1,4 m dengan tinggi 80 cm, dengan harga 2 juta, dan pihaknya juga sadar bahwa ini ada oknum yang sengaja mencari keuntungan, namun bagaimana lagi jika nasi sudah terlanjur jadi bubur.“ ya namanya tidak tahu mas, tak kira ini pihak pasar yang melakukan pengadaan meja. Soal meja ini pihak pasar memang cuci tangan mas, yang main ya paguyuban, ya biasa mas golek-golek, belajar usaha,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan proyek pasar Peterongan yang bersumber dari APBD Jombang tahun anggaran 2017, membuat sejumlah pedagang di pasar tersebut mengeluh, akibat adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh sejumlah oknum. Bahkan setelah ramai diberitakan oleh sejumlah media, sejumlah pedagang pasar Peterongan, yang menolak pembelian meja tersebut mendapatkan tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Dari data yang dihimpun redaksi, adanya praktek dugaan pungli dengan modus jual beli lapak oleh oknum Dinas Pasar, UPT dan Paguyuban, sudah pernah terjadi se belumnya, pada poyek pembangunan pasar Blimbing. Bahkan pada perkara adanya dugaan pungli tersebut, pihak pedagang sempat melakukan hearing dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun sungguh disayangkan kejadian ini terulang kembali di pembangunan pasar Peterongan Jombang saat ini.(elo)

Sumber: Google News | Liputan 24 Jombang

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »